White needs much to make it magical

Saturday, February 21, 2015

Terpijak Juga Panasnya Kawah Biru

Gong Xi Fa Cai! Tahun kambing kayu, shio kedelapan, angka lambang infinnity. Wish us luck. Lumayan kemaren dapat satu hari libur dan kami berlibur. Kami siapa? Beberapa mahasiswa teknik kimia USU 2014.

Red team wish you Happy Lunar!
Sehari meninggalkan Medan bukan masalah kan? Masalahnya hari ini itu pretest Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia. Udah berlalu lupakan. Okey, emang ga bisa dilupakan -_- Ga ada lagi leha-leha kayak semester 1. Emang udah berat kayaknya medan tempu untuk dapat gelar. Tapi toh yang dicari bukan gelar, tapi ilmu. Sudahi masalah kuliah, kemarin akhirnya aku berhasil.

Menginjakkan kaki ke Kawah Biru Tinggi Raja sudah menjadi impianku saat melihat foto-foto orang. Keren kali tempatnya. Dan finally! That scenery can be my background to take a shoot. You must know dat fell, brow!

Look back and feel the beauty
Cerita awalnya ini temen-temen lelaki kami ingin bike trip ke sini. Tapi apalah daya mereka menolak kami yang merengek minta ikut padahal tidak ada transportasi. Tuhan punya jalan. Kami yang cewe-cewe sepakat nyewa mobil dan dibawa oleh Albert. Yang cowo-cowo tetep pake motor.

Temen recok bersama, sama2 dia maksa anak cowo biar kami ikut :3
Perjalanan ke sini sungguh amat ekstrim! Serius nih. Melatih jantung. Saran untuk yang mau ke sini, gausah deh pake Avanza, kayak kami. Pake mobil besar baru lah kuat. Ini udah pake Avanza dalemnya isi 10 orang pula. Udah macam roller coaster. Iya jalannya emang banyak rusak parah selama 30 menil lebih. Banyak tanjakan, sebelah kanan-kiri jurang. Kadang heran kenapa Dora dibolehin mamanya ke hutan, mungkin karena dia engga pake Avanza kali ya.

Supir hebat bro! Limited
Awalnya kita ngumpul dulu di Citra Garden, Padang Bulan. Deket kosan Surya. Surya inilah big boss dalam perjalanan kali ini. Dia udah pernah ke sana. Sebelum pergi kami berdoa dulu. Mungkin itulah kenapa kami selamat.

Ini Surya, sang guide
Udah jalannya jelek ya kan. Di sini banyak pungutan liar. Jalanan rusak sih emang, tapi ga ada tuh terlihat perbaikan jalan dan penduduk pada mintain duit dipatok pula. Ada sekitar 5 kali pungutan seperti itu. Semoga pemerintah kita memperhatikan wisata alam ini. Sayang kan kalo orang engga mau ngeliat lagi gara-gara kesal dengan hal-hal perjalanannya. Padahal emang kawah ini bagus banget.

Perjalanan dari Medan sampai ke sini tuh butuh watu 4 jam lebih. Kami yang start dari jam 9.00 dari Medan baru sampaijam 13.00. Pada keroncongan jadi pada buka bekal masing-masing yang dibawa dari rumah, kosan dan yang baru tadinya dibeli di Petumbukan waktu berhenti sebentar. Ngisi tenaga untuk kekuatan berfoto. Walaupun kadang foto-foto malah menambah energi -_-

Beli makan di Petumbukan duluw
Cewe-cewe explorer, bukan Dora
Bukan cover sinetron kok :')
Kawah kan identik dengan gunung. Terus, gunungnya dimana? Katanya sih deket situ deket sama Gunung Sinabung. Nah mungkin inilah jalur kawahnya ini. Katanya sih panasnya sampai 90 derajat. Tapi dari mulut kawah mendidih airnya, mungkin suhunya lebih.

Sekitaran mulut kawah
Dan kawah identik dengan apa lagi? Yak! Sulfur aka belerang. Yang katanya bisa bersihin jerawat. Alhasil, kita jalan ke daerah sungai dan melakukan facial alami bersama-sama. Anget-anget dingin deh di sungai ini. Karena dari atas mengalir air hangat kawah dan di bawah sungainya dingin. Tapi kami engga berenang.
Hope dat sulphur magical
Jalan ke sungai dari kawah cukup jauh dan terjal. Capek jalan menurun. Duh padahal ingin naik gunung, gini aja capek. Untung pas pulang nemu shorcut ke parkiran yang ga banyak mendaki.

Uda di suruh albert cepat pulang :3
Pas pulang, keinget lagi jalanan rusak. Hft. Albert harus berjuang mengalahkan Medan dengan Avanza. Maap ya oom rental kalo mobilnya lecet sikit-sikit :( Ga ada maksud ngerusakin kok. Dan kami sampai di Medan jam 9.00 malam dengan energi mendekati nol apalagi untuk persiapan pretest.

Sudah terlalu larut sampai di Medan
Pas ngeliat foto-fotonya emang keren sih. Keren banget malah Sumatera Utara punya ginian. Macem di Jawa gitu. Dear pemerintah, ayuk kelola jalan ke sini supaya banyak pengunjung kalau boleh sampai mancanegara. Tapi perhatikan penduduk sekitar juga, agar mereka melakukan hal yang baik untuk menambah income mereka, jangan pungli -__- Kalo inget jalannya sama punglinya engga ingin kesana lagi kecuali pake helicopter.





No comments:

Post a Comment