White needs much to make it magical

Monday, August 17, 2015

Bagimu Bangsaku #RI70

Sudah lama tidak upacara bendera. Sungguh, aku lupa kapan terakhir kali. Apalagi semarak 17an yang tak seindah waktu masih kecil. Mungkin karena ku tidak keluar satu harian ini dari rumah. Selamat 70 tahun, Indonesiaku!

Menampilkan PicsArt_1439824414234.jpg
my selfie with this logo doesn't hurt you um?

Masa kecil? Aku orang yang pemalu dan penakut semasa kanak-kanak. Ketiak mama adalah tempat terbaik. Untungnya sekarang tidak tahu malu *eh. Iya, yang aku inget itu, aku gak kayak anak-anak lain yang kalau ga ada mamanya di sekitaran tempat perlombaan masih mau ngikutin. Aku engga. Makan kerupuk? Selalu kalah -_- Trackrecord ku buruk sekali. Palingan balap karung lah lumayan bisa.

Seperti biasa nontonin upacara dari TV. Pertama kali nonton yang versi Pak Jokowi, selama nonton versi Pak SBY terus, kangen tetiba :3 Keren deh pokoknya :3 Salut sama putra-putri terbaik Indonesia yang ada di sana. Kalo aku emang lemah kali ya, ga minat juga panas-panasan gitu. Tapi untuk berpartisipasi aku ingin hahah. Nah, aku dapat ide baru untuk cita-cita >> buat meriam keren untuk dipakai di detik-detik proklamasi di Istana. Minimal meriamnya entar aku yang buat. Amin.

Sudahkah kita merdeka? Banyak sekali ya pertanyaan itu. Karena melihat masih banyak kemiskinan di negara kita di usia yang udah tia ini,  masih tidak meratanya pendidikan dan lain-lain. Korupsi dimana-mana. Harga rupiah turun. Patutkah kita bersukaria?

Bendera dikibarkan di mana-mana. Mulai dari bawah laut sampai puncak gunung. Upacara peringatan, perlombaan. Ucapan selamat di semua sosial media. Aksi berbagi dengan sesama. Foto-foto yang mengungkapkan betapa indahnya Indonesia ada pula foto betapa menyedihkannya Indonesia. Tapi inilah Indonesia. Ada mungkin yang tidak terlalu senang dengan upacara yang terkesan mengeluarkan banyak uang padahal masih banyak rakyat kelaparan? Ada yang selalu bertanya-tanya 'sudah merdekakah kita?'

Memang negeri ini belum kaya, belum merata, masih menyedihkan. Sudah 70 tahun. Tapi biarlah kita bersukaria, setidaknya kita berdiri sendiri, Republik Indonesia. Merdeka ini bukan akhir dari semua, kita harus kuat melawan banyak penjajahan yang berasal dari dalam negeri ini sendiri. Bukannya pendahulu kita sudah berkata perjuangan kita bakal lebih sulit?

Aku masih ingat dengan quote terkenal yang biasanya ku tulis di sosial mediaku setiap 17 Agustus (kali ini tidak) : jangan tanya apa yang diberikan negara padamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan? Kalau kita ingin Indonesia berubah menjadi lebih baik, jadikan dirimu lebih baik untuk negara ini.

Terharu sekali mendengar puisi polos jelas lugas tanpa banyak majas tersirat yang disampaikann anak kelas 6 SD tadi di Istana. Kami ingin tidak ada koruptor, air yang diminum dari keran, pendidikan merata, WiFi dimana-mana, orang lain yang mencari kerja ke negeri ini, bukan kita ke luar negeri dan sebagainya dipaparkan secara jelas. Itu mimpi kita, Indonesia. Semakin miris lagi mendengar narapidana kasus korupsi mencapai 2000. Hai petinggi, kami sedih.

Ayuk di 70 tahun ini, kita lihat diri kita. Slogan "ayo kerja" di logo memanggil kita untuk semakin baik. Buang sampah pada tempatnya, bagi Indonesia. Jangan mencontek, bagi Indonesia. Berinovasi, bagi Indonesia. Kerja, kerja, kerja, dari hal kecil saja, bagi Indonesia. Berdoa yang baik, bagi Indonesia. Jangan merutuki negara ini, bagi Indonesia. Bagi Indonesia yang sudah 70 tahun dan still counting ini :) Kita bisa lebih baik, pasti! Karena bukankah kita itu Indonesia? Yuk, kita mulai dari diri kita ssendiri.

Aku juga belum terlalu baik untuk negeri ini, aku pemalas -_- Masih berusaha semakin baik. Dari tadi bangun pagi sampai sekarang masih terngiang-ngiang di otak lagu Doa Kami dan Kau Telah Memiliku. Then, here I mashed up those songs, hope you enjoy it hihi. Click here. Moga tak sakit telinga ya. MERDEKA!

No comments:

Post a Comment