White needs much to make it magical

Monday, August 10, 2015

Rindu Jadi Kecil

adik kecilku
Rindu sekali tiba-tiba jadi kecil. Hari ini seperti biasa, aku menjemput adikku yang paling kecil, kelas 3 SD. Biasanya aku cuman nunggu dari kejauhan, tidak dekat kelasnya, nungguin di motor. Hari ini tidak seperti biasanya, aku turun dari motor dan menunggu di dekat kelasnya. Terdengar doa pulang dari luar. Ya, aku kangen dengan doa bersama waktu SD. Doa hafalan hahah. "Heavenly Father, we thankyou for the time to finish our lesson, please bless us, bless our teacher, bless our parents. In Jesus Christ, we prayed. Amin" singkat padat dan jelas dan harus hapal. Kurang lebih yang ku dengr dari kelas adikku sama kayak doa hafalanku dulu :3

Setelah kelas dibuka, entah ritual dari mana, kita yang waktu kecil pasti lari-larian, buru-buru, berisik. Huru-hara! Dan rasa rinduku bertambah. Forgive my little brain, yang susah banget ngingat masa-masa kecil. Cuma potong-potongan. Apalagi zaman TK, lupa-lupa inget gitu :( Sepertinya sih lebih indah daripada hari-hari belakagan ini.

Lalu, karena menunggu tetangga yang kelas 2 SD, yang mamanya juga minta tolong jemputin, adikku main-man dulu dengan teman-temannya. Melihat mama temannya datang, adikku membuat gerakan-gerakan tangan yang cepat. Iya! Dia bahasa isyarat. Dia emang sering bercerita ada temennya yang tunarungu. Tapi baru itu aku lihat. "Dek, kayak mana tadi? Artinya apa?" "Itu mamamu jemput." Sambil dia memeragakan isyarat dengan tangannya itu. Dari sini aku melihat, mungkin adikku nanti bisa jadi volunteer di suatu organisasi sosial :3 Adikku yang melakukan itu, mengajariku satu lagi sifat anak-anak. Kepedulian. Dia peduli dengan tengannya, mau 'berbicara' dengan dia. Ikhlas. Yang sulit sekali dilakukan orang dewasa. Masa bodoh dengan perasaan orang :(

Ada lagi sembari menunggu, aku melihat anak laki-laki memukul temennya yang perempuan. Hanya becanda sih. Dia langsung menyuarakan "papa". Iya, sebagai anak kecil saat kita tidak suka sama temen kita karena kita disakiti kita bakalan ngadu, suka sekali kita mendengar "iya, yauda, nanti papa marahi ya dia". Sepertinya aku ingin mengaadu pada papaku untuk pria-pria yang buat sakit hati ini :3 dan kangen "iya, nanti papa marahi dia ya."

Ntah baper semacam apa yang merasukiku hahah. Saat aku nganterin tetangga, ada anak-anak kecil lagi main-main di sekitar itu, "kakak!" mereka berseru bersahut-sahutan.Padahal aku juga engga kenal. "Iya." Sambil senyum aku jawab. Mungkin mereka suka dengan sosok dewasa yang tersenyum, mereka tidak peduli siapa aku, mereka suka dengan aku. Mulianya hati anak-anak kecil ini.

Walaupun anak-anak itu kecil terlihat lemah dan rapuh. Mereka kuat! Aku paling suka dengan lagu "Jesus loves me this I know for the Bible tells me so. Little ones to Him belong. They are weak but He is strong." Lagu Sekolah Minggu anak-anak ini, masih membatku kuat walaupun aku bukan anak-anak saat aku merasa lemah sekali. Tuhan itu kuat, walau aku kecil dan lemah, tak berharga mungkin.

Aku rindu jadi kecil dan memberitahu papaku aku gasuka dibegituin temanku dan papa akan bilang "yauda, nanti papa marahi" dan aku tenang :)

No comments:

Post a Comment