Hai apa kabarmu?
Lebih nyaman ku rasa
Hah ya, kita terlalu jujur dan terbuka
Tak apa, aku senang
Dulu kau suruh ini
Sekarang kau suruh itu
Kalau dulu ku berarti
Sekarang mungkin tidak
Ah, atau tak pernah sekali pun berarti
Hanya fantasi liar kegeeranku
Dulu kau suruh melekat
Tak boleh berpisah
Dulu kau suruh peluk dekat
Sekarang kau suruh menjauh
Tidak nyaman, katamu
Takut terlihat orang
Mungkin aku bukan orang
Aku pikir kau kulitku
Sekarang ku harus melepasnya dari dagingku
Setelah kau bilang itu hanya kata-katamu
Tidak apa
Aku yang salah
Aku pikir omongan itu tanpa kondisi
Dulu kau bilang jangan pernah malu
Aku berpikir terlalu jauh
Aku pikir kau akan datang jika aku perlu
Ternyata maksudmu hanya sampaikanlah
Sampai aku malu bilang
Jerah berkata apapun
Aku malu padamu
Aku tidak mau mengusikmu
Jika kau lebih nyaman tanpaku
Aku harusnya senang
Ternyata aku hanya seorang penurut
Jika tidak menurut
Kau akan menghancurkanku
Ah tidak
Aku yang menghancurkanku
Lebih nyaman ku rasa
Hah ya, kita terlalu jujur dan terbuka
Tak apa, aku senang
Dulu kau suruh ini
Sekarang kau suruh itu
Kalau dulu ku berarti
Sekarang mungkin tidak
Ah, atau tak pernah sekali pun berarti
Hanya fantasi liar kegeeranku
Dulu kau suruh melekat
Tak boleh berpisah
Dulu kau suruh peluk dekat
Sekarang kau suruh menjauh
Tidak nyaman, katamu
Takut terlihat orang
Mungkin aku bukan orang
Aku pikir kau kulitku
Sekarang ku harus melepasnya dari dagingku
Setelah kau bilang itu hanya kata-katamu
Tidak apa
Aku yang salah
Aku pikir omongan itu tanpa kondisi
Dulu kau bilang jangan pernah malu
Aku berpikir terlalu jauh
Aku pikir kau akan datang jika aku perlu
Ternyata maksudmu hanya sampaikanlah
Sampai aku malu bilang
Jerah berkata apapun
Aku malu padamu
Aku tidak mau mengusikmu
Jika kau lebih nyaman tanpaku
Aku harusnya senang
Ternyata aku hanya seorang penurut
Jika tidak menurut
Kau akan menghancurkanku
Ah tidak
Aku yang menghancurkanku
No comments:
Post a Comment