White needs much to make it magical

Thursday, February 11, 2016

Tuhan Masih Sayang

Setelah sekian lama tidak menulis. Tidak bertemu heheh. Karna aku baru saja (pasti) telah keluar dari masa sulit yang ku buat sendiri. Bersikap cengeng dan kekanak-kanakan. Belum dewasa. Tengah malam begini dipenuhi rasa syukur aku mau bercerita. Look up the title ^. Yash! Jesus loves me and always teach me.

Pertama. Mengenai masa sulit. Ah, masa sulit itu cuma kita buat-buat sendiri. Terlalu larut dalam kesedihan, menjerumuskan. Memang masa sulit itu ada, tapi kan kita disuruh "bersukacitalah senantiasa!". Kurang bersyukur lebih tepatnya. Menghitung apa yang hilang, tanpa menyadari masih banyak yang tertinggal. Dan 1 semester menderita batin yang dibuat-buat. Dibuat oleh saya sendiri. Otak bebal. Tidak mau diperingatkan. Oh why you so kepala batu? Tapi saya yakin, pasti, itu udah berlalu.

Today. Ya absolutely yesterday. The 3rd semester end. We got the grades. Kita dapet IP. Rasa paling takut ngelihat nilai tuh baru ini. Karena tahu, that last manner was not me. Yeah, bukan dewi yang semangat kuliahnya membuncah, bukan dewi yang ingin jadi astronot. Tapi dewi cengeng. Dengan segala apa, kurang maksimal semuanya. But, thank you, Lord. He works. God does work!

IP terjun bebas? Jelas! Meluncur bagai layangan putus. Pelan tapi pasti. Tapi dengan usaha yang memang kurang maksimal, Tuhan masih kasih dewi nilai baik. Puji Tuhan. Tidak mengecewakan bahkan menakjubkan. Tuhan kerja! Dan mengingatkan dewi. I do believe that number will the lowest ever. Amen. 

Dewi gamau lagi galau. Kalau kata Pieter "kalo, IPmu naik berarti ko galau2 ajala". Dan ya ini berarti dewi jangan galau2 lagi. Dan inget juga kata temen yang mengutip dari dosen: "berbuat baikla". Kurang lebih seperti itu. Yes, cuma bisa buat baik untuk ungkapin rasa syukur. Dan semoga oleh Tuhan perbuatan baik itu dipandangnya untuk menambahkan lagi kebaikan. Seperti banyak orang berkata "diberkati untuk memberkati".

Pada hakikatnya nilai itu tanggung jawab. Tanggung jawab dari dosen yang emang memandang kamu layak. Dewi juga dari dulu engga pernah muluk-muluk dengan nilai. Namun, dewi tahu mana usaha yang tidak maksimal. Sekarang dengan mantap, dewi tahu sudah keluar dari masa sulit yang dewi buat sendiri kemarin itu. Karna Tuhan bilang "bersukacitalah senantiasa!".

No comments:

Post a Comment